Alumni Dalsan (Darullughoh al ihsan)
Menjadi alumni pondok adalah menerima kenyataan bahwa tidak semua rindu bisa pulang. Dulu, lelah terasa wajar karena dijalani bersama; kini lelah terasa sunyi karena dipikul sendiri. Di luar pondok, tak ada lagi suara langkah menuju masjid, tak ada nasihat yang menenangkan saat hati goyah. Alumni belajar bahwa dunia lebih bising daripada asrama, dan godaan lebih ramai daripada jadwal pelajaran. Yang tersisa hanyalah kenangan, doa guru yang tak putus, dan rasa takut kehilangan diri yang pernah dibentuk oleh disiplin dan kesederhanaan. Maka rindu itu disimpan diam-diam, agar tetap ingat dari mana ia berasal dan ke mana seharusnya ia kembali.

Komentar
Posting Komentar